Labkom99.com - Komputer berhubungan dengan komputer dimanapun karena semuanya memiliki IP Address sebagai alat pengenal. Alokasi IP Address untuk setiap komputer yang tersambung pada sebuah jaringan harus dilakukan dengan benar agar routing dapat berjalan dengan baik. Selain itu, alokasi IP Address harus efisien karena jumlahnya yang terbatas.

Para pengguna jaringan komputer umumnya hanya perlu mengenal hostname dari mesin yang dituju. Komputer untuk bekerja langsung menggunakan informasi tersebut akan relatif lebih sulit karena tidak ada keteraturan yang dapat diprogramkan dengan mudah dan computer hanya mengenal dua bilangan yaitu 0 dan 1.
IP Addrees Jaringan Komputer

Untuk mengatasi hal tersebut, komputer mengidentifikasi alamat setiap komputer dengan menggunakan sekumpulan angka sebanyak 32 bit yang dikenal sebagai IP address. IP Address merupakan konsekuensi dari penerapan Internet Protocol untuk mengintegrasikan jaringan komputer.

Pengertian IP Address

IP Address adalah sebuah alamat yang diberikan ke peralatan jaringan untuk mengakses internet atau ke suatu jaringan komputer dengan menggunakan protokol TCP/IP. Setiap komputer yang terhubung ke jaringan harus mempunyai alamat yang unik.

IP address terbagi menjadi 2 bagian yaitu Network ID dan Host ID yang ditentukan oleh subnetmaks.

Network ID
Digunakan untuk mengenali suatu network pada jaringan Internet. Misalkan untuk host dengan IP Address kelas B 167.205.9.35. Tanpa memakai subnet, network id dari IP Address ini adalah 167.205.0.0 didapat dengan membuat seluruh bit host pada 2 segmen terakhir menjadi 0.

Tujuannya adalah untuk menyederhanakan informasi routing pada Internet. Router cukup melihat network id (167.205) untuk menentukan ke mana paket tersebut harus dikirimkan.

Host ID
Digunakan untuk mengenal penomeran pada komputer/host.

Subnetmaks
Netmask adalah address yang digunakan untuk melakukan masking/Jilter pada proses pembentukan routing supaya hanya cukup memperhatikan beberapa bit saja dari total 32 bit IP Address. Artinya, dengan menggunakan netmask tidak perlu lagi memperhatikan seluruh (32 bit) IP address untuk menentukan routing, akan tetapi cukup beberapa buah saja dari IP address yg perlu diperhatikan untuk menentukan ke mana paket tersebut dikirim.

IP Address terdiri dari bilangan biner sepanjang 32 bit yang dibagi atas 4 segmen. Tiap segmen terdiri atas 8 bit yang berarti memiliki nilai desimal dari 0 sampai 255.

Range address yang bisa digunakan adalah dari 00000000.00000000.00000000. 00000000 sampai dengan 11111111.11111111.11111111.11111111. Jadi, ada sebanyak 232 kombinasi address yang bisa dipakai di seluruh dunia (walaupun pada kenyataannya ada sejumlah IP Address yang digunakan untuk keperluan khusus). Jadi jaringan TCP/IP dengan 32 bit address ini mampu menampung sebanyak 232 atau lebih dari 4 milyar host.

Untuk memudahkan pembacaan dan penulisan. IP Address biasanya direpresentasikan dalam bilangan desimal. Jadi range address di atas dapat diubah menjadi address 0.0.0.0 sampai address 255.255.255.255. Nilai desimal dari IP Address inilah dikenal dalam pemakaian sehari-hari.

Beberapa contoh IP Address adalah 192.168.10.1, 202.37.5.131, 203.130.244.50. Untuk    memahami    penghitungan    IP    Address, lihat    tabel perbandingan angka desimal dan angka biner berikut ini:

Biner
1
1
1
1
1
1
1
1
Decimal
128
64
32
16
8
4
2
1

Angka biner dengan nilai 0 pasti memiliki nilai desimal 0 juga. Dengan menjumlahkan nilai-nilai desimal akan ditemukan satu kelompok angka biner tertentu. Misalnya, sebuah angka 11000000 dapat diterjemahkan dengan angka desimal 192.

192
1
1
0
0
0
0
0
0
128
64
0
0
0
0
0
0

Pembagian IP Address


Kelas A
8 bit pertama merupakan bit network sedangkan 24 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian hanya ada 128 network kelas A, yakni dari nomor 0.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx, tetapi setiap network dapat menampung lebih dari 16 juta (2563) host. 

Kelas A

xxx adalah variable yang nilainya dari 0 s/d 255 dan berbeda pada tiap hostnya. Pada kelas A hanya sampai pada nomor 126 saja karena pada nomor 127 digunakan untuk loopback/localhost. Pada kelas ini bilangan bit pertamanya adalah 0. Ilustrasinya dapat dilihat pada Tabel berikut:

0-126
0-255
0-255
0-255
0nnnnnnn
xxxxxxxx
xxxxxxxx
xxxxxxxx

n menunjukkan bit-bit network ID
x menunjukkan bit-bit host ID

Kelas B
16 bit pertama merupakan bit network sedangkan 16 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 16 ribu network kelas B (64 x 256), yakni dari network 128.0.xxx.xxx - 191.255.xxx.xxx.xxx adalah variable yang nilainya dari 0 s/d 255 dan berbeda pada tiap hostnya. Setiap network kelas B mampu menampung lebih dari 65 ribu host (2562). Ilustrasinya dapat dilihat pada Tabel berikut:

128-191
0-255
0-255
0-255
10nnnnnn
nnnnnnnn
xxxxxxxx
xxxxxxxx
n menunjukkan bit-bit network ID
x menunjukkan bit-bit host ID

Kelas B


Kelas C
24 bit pertama merupakan bit network sedangkan 8 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 2 juta network kelas C (32 x 256 x 256), yakni dari nomor 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx. . xxx adalah variable yang nilainya dari 0 s/d 255 dan berbeda pada tiap hostnya. Setiap network kelas C hanya mampu menampung sekitar 256 host. Ilustrasinya dapat dilihat pada Tabel berikut:

192-253
0-255
0-255
0-255
110nnnnn
nnnnnnnn
nnnnnnnn
xxxxxxxx

n menunjukkan bit-bit network ID
x menunjukkan bit-bit host ID
Kelas C

Kelas D
Khusu kelas D ini digunakan untuk tujuan multicasting .

Kelas E
Kelas E disisakan untuk pengunaan khusus, biasanya untuk kepentingan riset.

Komentar