Labkom99.com - Dunia teknologi sekarang semangkin canggih dan tidak bisa dipungkiri lagi jaman sekarang kalau yang namanya tidak mengenal dunia teknologi itu namanya ketinggalan jaman. Namun ada yang membuat banyak orang khawatir, teknologi smartphone dan komputer ternyata juga membawa efek negatif pada kesehatan manusia.

Terlebih bagi anak-anak yang masih dibawah umur dan maniak Games Online. Memainkan game online baik di smartphone ataupun komputer pastinya menjadikan lupa segalanya, lupa istirahat, lupa makan, lupa belajar dan sebagainya.
Efek Negatif Komputer Pada Kesehatan Manusia

Hal ini cukup mengkhawatirkan, bukan hanya dari sisi negatif komputer atau smartphone itu, saja tetapi juga sangat berpengaruh pada jiwa dan kehidupan sosialnya. Disamping membawa Efek Negatif Pada Kesehatan akibat terlalau lama bermain smartphone atau komputer.

Pada prinsipnya teknologi ini berkembang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia agar dalam kehidupannya dapat lebih mudah berkomunikasi ataupun melakukan sesuatu. Namun dari segala efek positif yang diterima oleh manusia terdapat pula berbagai efek negatif, baik secara fisik dan mental.

Efek Negatif terhadap kesehatan manusia yang ditimbulkan oleh teknologi komputer dan smartphone adalah antara lain:

1. Radiasi Layar Monitor
Mata adalah organ tubuh yang paling mudah mengalami penyakit akibat kerja, karena terlalu sering memfokuskan bola mata ke layar monitor. Tampilan layar monitor yang terlalu terang dengan warna yang panas seperti warna merah, kuning, ungu, oranye akan lebih mempercepat kelelahan pada mata.


Selain dari itu, pantulan cahaya (silau) pada layar monitor yang berasal dari sumber lain seperti jendela, lampu penerangan dan lain sebagainya, akan menambah beban mata. Pencahayaan ruangan kerja juga berpengaruh pada beban mata. Pemakaian layar monitor yang tidak ergonomis dapat menyebabkan keluhan pada mata.

Berdasarkan hasil penelitian, 77 % para pemakai layar monitor akan mengalami keluhan pada mata, mulai dari rasa pegal dan nyeri pada mata, mata merah, mata berair, sampai pada iritasi mata bahkan kemungkinan katarak mata.

Bila operator komputer atau smartphone menggunakan soft lens (lensa mata), kelelahan mata akan lebih cepat terasa, karena mata yang dalam keadaan memfokuskan ke layar monitor akan jarang berkedip sehingga bola mata cepat menjadi kering dan ini menyebabkan timbulnya gesekan antara lensa dan kelopak mata. Ruang berpendingin (AC) akan lebih memperparah gesekan tersebut, karena udara ruangan ber AC akan kering sehingga air mata akan ikut menguap.

Menurut hasil penelitian yang penulis lakukan, untuk operator komputer yang bekerja 8 jam per hari terus menerus, ternyata radiasi yang keluar dari komputer (khususnya sinar-X) sangat rendah yaitu sekitar 0,01739 m Rem per tahun. Harga tersebut jauh lebih rendah dari pada radiasi yang berasal dari sinar kosmis dan dari radiasi bumi (terresterial radiation) yang berkisar 145 m Rem per tahun.

Sedangkan laju dosis radiasi yang diizinkan untuk masyarakat umum adalah 500 m Rem per tahun . Akhir-akhir ini banyak dijual kaca filter untuk layar monitor yang dipromosikan sebagai filter radiasi yang keluar dari komputer. Kaca filter yang dijual di pasaran lebih sesuai sebagai filter kesilauan (glare) dari cahaya layar komputer, bukan sebagai filter radiasi.

2. Terganggunya Syaraf
Printer yang menggunakan sistim buble jet kebisingannya relatif lebihrendah bila dibandingkan dengan printer sistim dot matrix. Saat ini printer yang paling rendah kebisingannya adalah sistim laser printer. Kebisingan yang tinggi dapat mempengaruhi syaraf manusia dan hal ini dapat berakibat pada kelelahan maupun rasa nyeri. 


Adapun batas kebisingan yang diizinkan untuk bekerja selama kurang dari 8 jam per hari adalah 80 dB. Sedangkan ruang kerja yang ideal adalah dengan kebisingan sekitar 40 - 50 dB. Apabila di dalam ruang kerja terdapat mesin pendingin (AC), maka kebisingan akan bertambah selain dari suara printer.

3. Repetitive Strain Injury (RSI)
RSI merupakan sebuah terminologi yang mengacu pada beberapa variasi keluhan kerangka otot (musculoskeletal). Ini menyangkut keluhan yang dikenal dengan sakit urat otot. RSI meliputi gangguan lengan atas berkaitan dengan kerja (Work-Related Upper Limb Disorders) dan luka penggunaan berlebihan yang berhubungan dengan kerja (Occupational Overuse Injuries).


Keluhan ini terutama diderita oleh para pekerja dengan posisi duduk yang statis saat menggunakan komputer atau menggunakan gerakan tangan yang berulang (repetitive) setiap hari, beban kerja yang statis (seperti menggenggam mouse), membiarkan lengan membengkok, dan sejenisnya dalam waktu yang cukup lama.

Ini akan bertambah buruk jika tempat kerja tidak didesain secara ergonomis, misalnya posisi keyboard dan layar monitor yang terlalu tinggi atau terlampau rendah, kursi tidak menopang badan untuk duduk tegak, dan sebagainya.

Hal ini akan semakin parah bila ditambah lingkungan kerja yang kurang bergerak, kurang istirahat, mengandung stress tinggi dengan deadline dan laporan rutin serta lainnya. Apalagi jika Anda perokok, menderita kegemukan (obesitas), lemah otot, memiliki tangan yang terasa dingin serta kurang berolah raga.

Gejala awal RSI dapat muncul pada berbagai tempat dari pangkal lengan hingga ke ujung tangan. Gejala yang menjadi tanda peringatan menyangkut:
  • Kesulitan membuka dan menutup tangan
  • Otot tangan terasa kaku (misalnya hingga kesulitan mengancing baju)
  • Kesulitan menggunakan tangan (untuk membalik halaman buku, memutar tombol, memegang mug)
  • Bangun dengan rasa sakit di pergelangan tangan atau mati rasa di tangan, terutama    di awal pagi hari
  • Tangan terasa dingin
  • Tangan gemetar (tremor)
  • Tangan terasa canggung, bergetar atau bahkan mati rasa.

Nah setelah membahas mengenai effek negatif yang terjadi, bukanlah lantas menjadikan kita kurang produktif dalam keseharian kita, melainkan kita harus memiliki usaha yang sama pula untuk dapat menyeimbangkan permasalahan yang ada. Adapun cara yang dapat digunakan dalam penyeimbangan dari effek negatif saat kita bekerja dengan komputer adalah sebagai berikut:
  1. jaga jarak komputer dengan mata anda, minimal 50 cm,
  2. atur posisi monitor, sehingga monitor sejajar dengan mata anda,
  3. atur pencahayaan sehingga tidak ada pantulan cahaya yang menyilaukan,
  4. berkediplah lebih sering untuk menjaga mata agar tidak kering (minimal 5 menit sekali),
  5. gunakan filter monitor yang bagus untuk mengurangi radiasi,
  6. sesekali menolehlah ke arah pandangan yang jauh untuk mengendurkan ketegangan di mata,
  7. setiap 2-3 jam, beristirahatlah sekitar 5 menit untuk mencegah keletihan mata dan juga badan dari radiasi misalnya: pergi ke kamal kecil),
  8. Jika anda sering menggunakan komputer milik orang lain yang tidak ada filter monitornya (misalnya anda presentasi di tempat lain), cobalah pakai kacamata dengan lensa khusus untuk mengurangi radiasi komputer,
  9. Jika anda sering menggunakan komputer milik orang lain yang tidak ada filter monitornya (misalnya anda presentasi di tempat lain), cobalah pakai kacamata dengan lensa khusus untuk mengurangi radiasi komputer.
  10. Ada baiknya jika anda mengganti monitor CRT anda yang tebal dengan monitor LCD yang lebih tipis. Karena monitor LCD selain pemakaian wattnya lebih kecil ( hanya 60% dari CRT) juga radiasinya lebih rendah. Jadi lebih aman bagi mata anda.

Komentar